Minggu, 20 Februari 2022

Tetes Bening Air

 

Disiang hari dengan terik panasnya matahari, perjalanan panjang yang membuat tenggorokanku kering seolah menarikku untuk membeli minuman dipinggir jalan. Ku lihat disebrang ada berbagai macam minuman pedagang kaki lima yang menarik mata. Dengan warna beningnya, air mineral pun mampu untuk menggodaku agar aku membasahi tenggorokan ku. Sudah tak tahan ingin meneguk tetesan air, namun penjual tak kunjung datang. Entah kemana pemilik minuman ini, membuatku tak sabar lagi menahan diriku agar aku segera meminumkannya. Aku bingung harus menunggu penjualnya dulu atau meminumnya dulu, tapi ku urungkan niat ku untuk meminumnya dahulu jadi ku tunggu saja penjualnya. Tak lama kemudian akhirnya penjual yang ku tunggu sedari tadi datang juga. Aku bergegas membayarnya dan langsung meneguk beningnya air yang ada dibotol kemasan ini. Betapa leganya diriku saat aku meminum tiap tetes dari air mineral ini. Rasanya sangat menyegarakan dan menenangkan. 

Setelah meneguknya, penjual pedagang kaki lima pun mengajakku berbincang sejenak. Tak banyak yang kami bicarakan namun sangat menyenangkan. Dia bertanya tentang diriku, sebaliknya akupun bertanya padanya selama menjadi pedagang kaki lima. Namun tak bisa berlama-lama aku harus berpamitan kepadanya karena aku harus melanjutkan perjalananku. Dengan rasa yang sejuk setelah meneteskan air bening ke tenggororokanku, membuatku semangat untuk melanjutkan perjalananku.

Minggu, 30 Januari 2022

Resume Blog Artikel Kyla Ailyn

Indeks Kebahagiaan Babel Makin Meningkat, Masyarakat Makin Bahagia?

Judul    :"Indeks Kebahagiaan Babel Makin Meningkat, Masyarakat Makin Bahagia?"

Narasumber : Dr. Reniati, S.E, M.Si. (Ketua ISEI Cabang Babel)

Tema : Kebahagiaan Masyarakat

Tanggal : 22 Januari 2022


Angka indeks kebahagiaan yang merupakan indeks komposit yang tersusun dari 3 dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup (life satisfaction), dimensi perasaan (affect), dan dimensi makna hidup (eudaimonia). Pengukuran tingkat kebahagiaan di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 2014 melalui Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali.

Dimensi kepuasan hidup terdiri dari 9 indikator, yaitu kepuasan terhadap pendidikan dan keterampilan, kepuasan terhadap pekerjaan/usaha/kegiatan utama, kepuasan terhadap kesehatan, kepuasan terhadap rumah dan fasilitas rumah, kepuasan terhadap keharmonisan keluarga, kepuasan terhadap ketersediaan waktu luang, kepuasan terhadap hubungan sosial di lingkungan, kepuasan terhadap keadaan lingkungan, serta kepuasan terhadap kondisi keamanan.

Dimensi perasaan terdiri dari 3 indikator, yaitu perasaan senang/riang/gembira, perasaan tidak khawatir/cemas, dan perasaan tidak tertekan. Adapun dimensi makna hidup terdiri dari 6 indikator, yaitu kemandirian, penguasaan lingkungan, pengembangan diri, hubungan positif dengan orang lain, tekanan hidup, dan penerimaan diri.


Indeks kebahagiaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada pada ranking ke-14 dari 34 provinsi di Indonesia, ini termasuk 15 provinsi yang memiliki indeks kebahagiaan tinggi. Bangka Belitung juga memiliki indeks kebahagiaan yang cenderung meningkat selama tiga kali survei. Pada tahun 2014, 68,45, kemudian 2017 meningkat menjadi 71,75 dan pada tahun 2021, mengalami peningkatan kembali menjadi 73,25.

Jika kita bandingkan indeks kebahagiaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan wilayah lain di Sumatera menunjukkan bahwa indeks kebahagiaannya menempati ranking ke-3 setelah Jambi yang memiliki indeks 75,17, Kepulauan Riau sebesar 74,78 dan Babel 73,25, di regional Sumatera indeks kebahagiaan yang paling rendah ditempati oleh Provinsi Bengkulu dengan angka 69,74.

Pertumbuhan ekonomi Babel di tahun 2014 berada pada 4,67 persen, dengan tangkat kemiskinan sebesar 4,97 persen, tingkat pengangguran sebesar 5,14 persen, angka IPM 68,27 poin. Sedangkan di tahun 2017 pertumbuhan ekonomi malah mengalami penurunan menjadi 4,51 persen, kemiskinan mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu 5,30 persen, di sisi lain pengangguran mengalami penurunan yang cukup signifikan 3,78 persen dan angka IPM tetap meningkat yaitu 69,99 poin.

Tentunya kita harus bersyukur bahwa indeks kebahagiaan masyarakat Babel makin meningkat. Pada kenyataannya, ketika penulis bertemu dengan masyarakat petani mereka menyatakan bahagia karena kenaikan harga komoditas pertanian mereka meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi di satu sisi mereka menyayangkan masih tingginya harga pupuk untuk sawit, penyakit pada tanaman karet dan lada yang masih belum mampu ditanggulangi.

Pada sisi lain pada lapangan usaha perdagangan pasar sudah mulai menggeliat, penjualan sudah mulai meningkat termasuk mobil dan motor yang dahulu sempat terkena imbas Covid-19, di sisi lain ada permintaan BBM yang makin besar, menjadikan distribusi dan suplainya terganggu.

Perlu digarisbawahi bahwa indeks kebahagiaan juga sangat berhubungan dengan pemahaman dan pengamalan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan yang diyakini. Makin baik pemahaman dan pengamalannya, tentu mereka lebih bersyukur dalam menjalani kehidupan dan makin bersyukur mereka akan bahagia.

Indeks kebahagiaan dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan masyarakat. Tetapi kita harus ingat bahwa kebahagiaan tidak hanya karena materi saja yang makin baik, tetapi juga harus diimbangi oleh rohani yang makin kuat dalam memegang nilai-nilai agama yang kita yakini. Dengan demikian, baik raga dan jiwa kita, jasmani dan rohani kita mencerminkan kebahagiaan yang hakiki.

Dan perbanyaklah bersyukur maka engkau akan bahagia, begitu kata petuah para alim ulama. Untuk itu, indeks kebahagiaan harus dilengkapi juga dengan indeks kesalehan sosial yang mencerminkan seberapa dekat hubungan manusia dan sang Pencipta dan bagaimana mengimplementasikannya sebagai modal sosial dalam bermasyarakat.

Pertemanan Itu Apa?

Ibuku benar, tak ada yang namanya teman.

 

Jika mendengar kata sahabat apa yang terlintas dibenak anda? Pasti kita akan menjawabnya dengan kata teman versi yang terbaik. Namun seperti apa sahabat yang sebenarnya?

Sahabat sejati hanya bentuk refleksi dari harapan-harapan yang ada di kepala kita saja. Sejujurnya tak ada teman yang abadi. Mungkin beberapa kali mereka ada menemani atau memberi solusi saat kita jatuh terpuruk dan susah bangkit lagi. 

Pertemanan sifatnya fana dan sering kali kau menaruh kecewa. Tak perduli sudah berapa lama kau mengenalnya, tak penting sudah berapa tahun kau habiskan bersamanya, ada saatnya kau akan ditinggalkan dan tak dianggap sampai-sampai kau begitu kecewa terhadapnya. 

Kesetiaan tak bisa kau takar, apalagi dalam pertemanan. Mungkin bagimu dengan dia selalu ada menemani bertahun-tahun lamanya, ia adalah yang paling tepat dan setia. Padahal nyatanya kesetiaan dalam pertemanan hampir tak ada. Itu hanya anggapan-anggapan yang kau biarkan hinggap di kepala dan akan kau jadikan senjata saat kau dikecewakan. Bukannya kau tahu sendiri? Dalam pernikahan yang sakral dan punya komitmen besar saja, setia masih sering dipertanyakan? 

Teman hanyalah bentuk dari kelemahan diri kita sendiri. Sebagai obat saat kita sepi atau ketika tak bisa menerima diri sendiri. Sedangkan kecewamu terhadap teman adalah kesalahan dirimu sendiri. Siapa suruh terlalu percaya? siapa suruh terlalu berharap? Bukannya kau tau berharap pada manusia itu sia-sia? 

Katakan saja ibuku salah jika kau belum merasakannya. Kau tak perlu langsung percaya. Mungkin kau masih punya teman yang selalu ada—yang kau anggap setia. Tapi saranku jangan berharap apa-apa, nanti sekali saja ia tak ada kau akan kecewa. Aku dulu juga seperti kau, menganggap ibuku salah, menganggap temanku paling setia. 

Sampai akhirnya aku melihatnya dengan mata kepala, temanku meninggalkanku dan berlagak seakan tak ada apa-apa. nanti kau juga memahami, satu-satunya teman yang kau miliki ya dirimu sendiri.

Rabu, 22 September 2021

Keberangkatan

Sejak kepergianmu aku tau, aku tak lagi berharap pada siapapun.

Alasan mu pergi selalu menjadi kelemahan ku untuk mempertahankan mu disisi ini.

Sekarag aku tak mengerti lagi bagaimana caranya aku bisa mempertahankan konvensi pada seseorang didalam suatu sanak ini.

Lantas apa yang harus ku lakukan? melepaskannya saja dan membiarkannya hancur? atau aku akan menyaksikan dimana pertahananku akhirnya akan dihancurkan?

Aku terlalu banyak berharap pada semesta dan selalu ingin memaksamu agar kau tetap berada di kubu ini

Namun, keputusan yang kau buat tak ada salahnya juga, sekarang akupun menyadarinya

Bahwa sesuatu yang terlalu kau paksakan itulah yang akan menjadikan luka terbesarmu pada harapan 

Aku ingin berterimakasih atas semua yang kau usahakan selama ini, ku usahakan tak ada penyesalan dalam diri ini

Semoga keputusan yang kau buat menjadi berkat untuk mu dan aku selalu merindukan kehadiranmu:)

Jumat, 06 Desember 2019

Pelangi

Sore ini adalah hujan pertama setelah kemarau panjang kemarin.

Hadirnya begitu dinantikan oleh rimbunnya dedaunan ditepi jalan

Riuh suara rintik air hujan begitu membawa kedamaian.

Menyisakan aroma petrichor begitu menenangkan.

Hujan tak selalu datang dengan badai, angin serta kilatan petir. 

Seperti sekarang ini, jika beruntung kamu dapat menikmati indahnya warna warni pelangi.

Pelangi setelah hujan

Datangnya tak pernah menjanjikan

Sama seperti sosokmu yang hadir membawa kenyamanan, namun hanya menjadikanku sebagai tempat persinggahan.

Sabtu, 03 November 2018

Gemerlap Malam

Malam ini tak ada bintang , 

Jadi, langit sedang kosong hari ini. 

Dan kau tahu ? 

Langit itu sedang gelisah. 

Ia terlalu percaya diri kala itu.

Hingga ketika sudah tiada,

Ia baru tersadar, 

bahwa tanpa bintang bintang itu Ia bisa apa? 

Kau mengerti maksudku ? 

Bahwa setiap yang hilang akan dicari, 

Dan setiap yang pergi akan dirindukan.

Itu sudah hukum alam.

Ya begitulah pada akhirnya,

Semua yang ku miliki akan pergi dengan sendirinya

Tanpa pamit ataupun tanda

Kini telah meninggalkan jejak

Dan kini aku hanya sendiri tanpa angin menghembus.

Tetes Bening Air

  Disiang hari dengan terik panasnya matahari, perjalanan panjang yang membuat tenggorokanku kering seolah menarikku untuk membeli minuman d...